Puas, senang, bangga … Itu yang dirasakan kami, tim pemberitaan Yes Radio, hari ini.
Mungkin perasaan itu terlalu berlebihan. Karena bagi jurnalis lain yang telah berkecimpung lama di dunia ini, apa yang telah kami lakukan adalah sesuatu yang amat biasa dan tidak ada istimewanya sama sekali. Tapi bagi kami, setidaknya aku -yang memang terhitung ‘hijau’ di bidang ini dan kadang sesekali ngerasa ’salah alamat’ berkecimpung di dunia ini, hal ini bikin kami puas dan (saya rasa kami patut ngerasa) bangga.
Hari ini, kami hanya berhasil menghubungi Emi Klanawidjaja -kuasa hukum keluarga Misno, salah satu pelaku bom Bali ke-2 asal Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, dan mengajaknya sedikit berbincang live selama beberapa saat, setelah sholat Jumat tadi.
Puas, karena akhirnya kami bisa mendapatkan nomor HP Pak Emi setelah menghubungi beberapa teman jurnalis di Jakarta, setelah hunting dari kemaren sore.
Puas, karena dengan perbincangan tadi setidaknya menebus ‘kesalahan’ kami. Kesalahan, karena untuk ukuran kasus nasional, kami terkesan ‘lambat’ dan kalah dengan media nasional yang notabene jauh dari Cilacap. Bahkan sampai hari ini, belum ada reporter kami yang turun ke sana. Padahal, lumayan dekat (dibandingkan dengan Jakarta), ‘hanya’ +/- 40 km.
Puas, karena kami jadi tau prosesi pemulangan jenazahnya sekaligus perkiraan kedatangan dan pemakaman, sehingga bisa merencanakan apa yang akan dilakukan besok.
Bangga, … mhhh, susah mendeskripsikan rasa bangga yang kami rasakan saat ini. Meski pimpinan tidak memberi selamat atau pujian atas prestasi (kalau boleh kami bilang begitu) itu, setidaknya kami puas dan bangga dengan hasil kerja kami itu. Yah, sebagai penghibur (karena tanggapan yang tidak kunjung datang dari pimpinan), kami saling dan sering mengucapkan “Selamat, ya” sore ini … hakakaka … kesian deh kite …
Seneng juga, karena meski tetep ‘adem ayem’, pak bos sangat kooperatif waktu aku ajak rembukan masalah biaya untuk reporter yang ke sana besok. Dan akhirnya, keluarlah nilai nominal yang aku (dan kami) anggap cukup. ^_^
Terus terang dengan apa yang terjadi hari ini, sedikit banyak memberi suntikan semangat dan kegairahan tersendiri bagi kami. Semoga, bukan hanya untuk hari ini dan 2-3 hari ke depan, tapi seterusnya.
Besok, mas Adi langsung ke Kawunganten. Semoga malam ini sampai besok ngga hujan. Karena katanya, kalo hujan, akses jalan ke sananya sulit. Dan semoga juga, kami ngga kecele kelewatan moment penting itu besok. Amin.
Jumat, 25 November, pk. 17.30 WIB
PS : Thanks to God, and also thanks to mas Irsyad Smart FM Jakarta (meski ternyata aku belum beruntung karena ternyata mas Irsyad ga punya nomer Pak Emi, tapi thanks atas materi yang dikasih pas aku masih di Solopos FM, terutama tentang ‘how to create a talkshow’. It helps me a lot, dan aku praktekin di Cilacap, lho), mas Agus 68 H (yang dihubungin mas Adi, meski ternyata ga punya juga), Bang Folber Indo Pos Jakarta (yang udah ngasih nomernya mas Agus Mutaqim), mas Agus Mutaqin (yang udah ngasih nomernya mas Arnaz), mas Arnaz (yang udah ngasih nomernya Pak Emi), dan orang-orang yang dihubungin mas Adi dan Ari yang nyari nomer teleponnya Kades Ujungmanik. Makasih juga buat mba Sari yang udah jadi host yang luwes dan komunikatif pas ‘ngobrol’ sama Pak Emi.
Juga buat timku, Sandi, mas Adi, dan mas Ari (terbukti aku orang yang paling cantik, kan).
Hehe, tulisanku berlebihan ya? Maap deh, mungkin ini lebih buat konsumsi aku pribadi yang akan aku buka dan baca lagi, untuk nge-recharge kalo aku lagi patah semangat lagi … lagi … dan lagi.