.::bintang kecilku::.

December 22, 2005

Jangan malu mencintai

Filed under: Hello World?!!! - reena @ 1:22 am

Ini sebenarnya cerita tentang seorang teman yang kisah cintanya dengan sahabatku tidak berjalan mulus. Bahkan mereka putus awal pekan ini.
Dalam komunikasi terakhir kami, teman saya merasa menyesal telah berhubungan dengan sahabatku itu. Bukan. Bukan karena dia tidak mencintai sahabatku. Tetapi menyesal karena dia merasa tidak cukup pantas mencintai mantan kekasihnya itu, dan karenanya menganggap apa yang pernah terjalin sebagai kebodohannya. Bodoh karena ia ‘nekat’ mencintai seseorang yang dianggapnya out of reach.

Untuk kasus ini, memang masih ada orang tua di Indonesia (entah banyak atau sedikit, aku ga tau pasti) yang sangat sangat sangat melihat bibit bebet bobot. Itu bukan hal yang sepenuhnya keliru menurutku. Tetapi hal itu akan menjadi salah -masih menurutku- kalau ekspektasi terhadap calon mantunya berlebihan.

Karena bukan jaminan orang yang secara materi cukup atau bahkan melimpah, berhasil dalam hidupnya. Bukannya tidak mungkin, ia akan berbalik 180 derajat, begitu dipertemukan oleh suatu masalah besar ‘hanya’ karena dia bukan survivor yang baik.
Sebaliknya, seorang dengan bekal materi yang (sangat) minim, justru bisa menikmati hidup dan berhasil. Karena dia sebenarnya seorang yang ‘tangguh’ dan tidak menyerah terhadap nasib. Dan terus terang, hal ini salah satu poin penting yang aku perhatikan dalam ‘memilih’ calon pendamping. (memilih calon pendamping? kayaknya kurang tepat ya, soalnya kan pendamping sudah ditentukan sama Yang Punya Hidup …)

Jadi, temanku … jangan patah arang karena gagal, atau bahkan minder, trauma, dll, dst, etc. You have something you can proud of. Sttt, ta’ bilangin ya, ga semua orang punya ‘kebisaan’ itu. Aku pun ga punya. Dan terus terang, aku sangat kagum dengan orang yang bisa ‘itu’.

Jangan pernah menyesal atas apa yang telah dilalui, karena itu (diakui atau tidak) sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari jurnal kehidupan kita. Dan suatu saat, kita akan tersenyum ketika membaca halaman-halaman itu lagi. … this time, believe me …
Juga, jangan pernah malu untuk mencintai seseorang. Karena rasa cinta itu anugerah yang ga bisa kita tolak. Jadi nikmatin aja. Kalaupun ga bisa memiliki, ya tetep, nikmatin aja. Toh, kita ga pernah memaksa orang yang kita cintai untuk membalas cinta kita. Kalo itu, jelas ga boleh. Itu cinta buta. Pemaksaan namanya.

Jadi, temanku … mulailah jatuh cinta lagi … dan jangan malu untuk mencintai.
Someone somewhere is made for you*

Kamis, 22 Desember 2005, pk. 08.54 WIB

*diambil dari salah satu film India yang dibintangi Sahrukh Khan, lupa judulnya

11 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://reena.blogsome.com/2005/12/22/jangan-malu-mencintai/trackback/

  1. Hmm.. beneran nih reen ini bukan kisahmu sendiri? soalnya aku liat di satu tempat kamu ngga pake kata “sahabatku/temanku” tapi pake “aku” :D

    menanggapi:
    soal bibit-bebet-bobot-babat itu juga penting, bukan berarti orang tua yang menerapkan itu salah… kebetulan ortuku sih nggak mementingkan bobot ya, tapi lebih ke bibit. bagaimana background keluarganya mesti jelas, ini kan juga untuk kebaikan keluarga besar kami… jangan sampek keluarga besar kami keracunan bibit yang gila, misalnya ;)

    Aku setuju banget sama “jangan pernah malu mencintai seseorang”. cinta itu anugerah. soal cinta kita ditolak itu urusan lain, kita tidak pernah bisa memaksa orang yang kita cintai untuk juga mencintai kita, jika kita memaksa, itu bukan cinta namanya, melainkan egoisme. cinta perlu pengorbanan untuk hal-hal itu. jadi, seperti katamu: nikmati cinta itu selagi cinta itu indah dan berbunga-bunga. Love is such a beautifull pain. Luka yang menyakitkan namun sangat indah………

    Lho kok jadi aku yang curhat? hehehehe…. udahan dulu yak….
    -salaaaaaam……… :) -

    Comment by galih — December 22, 2005 @ 2:18 am

  2. *galih
    aduh lih, itu cerita ttg temenku, kok … tapi di-compare sama pandangan, pantauan, dan (sedikit) pengalamanku. yah, gitu deh …
    eh, lih … bibitku bagus lho. tidak gila (kalo sinting, ga masuk itungan, kan) dan makannya banyak. jarang lho, ada ce yang ga malu makan banyak … hekekeke …
    diterusin dong curhatnya … aku pendengar yang baik, lho … ^_^

    ohya, tulungagung katanya banjir dan ada tanah longsor juga … keluarga ga apa2, kan???

    Comment by reena — December 22, 2005 @ 3:13 am

  3. Hi, thanks dah mampir.

    Comment by iwok — December 22, 2005 @ 4:16 am

  4. emm.. keliatannya begitu pinter memahami tentang cinta, rasa, asa.

    jd minder mau komen …. paling juga dah faham….
    cuman mau bilang…luv will find u iff u tray….(walah iki aja nyontek neng katakan cinta)….

    emm.. aku ikut prihatin sm temen kamu…
    “memang kadang kita harus mengalah..demi kebahagiaan orang yg kita cintai.”

    toh kalau kita..”mereka berdua” tetep mempertahankan cinta tanpa menghiraukan orang tua, belum tentu mereka bakalan bahagia……jadi jangan sesali keputusan menyakitkan itu…tapi buat jadi sebuah acuan….. ” manusia dipasang pasangkan dengan sesamanya (kaumnya) “………..artinya memang paling enak paling asik kalau cari pasangan yg sama, sederajat, sevisi, semisi, seagama, sekasta (hindu kali..), asal jangan sedarah ajah… hehehekk……

    sip rin….(eh kok manggil rin mang kita seumur gak sih)…..
    salam buat temen kamu….

    Comment by aji — December 22, 2005 @ 6:20 am

  5. *iwok
    makasih juga atas kunjungan baliknya … ^_^

    *aji
    wah, aku bukan ahlinya … cuman kebetulan lagi sibuk & lelah banget jadi ‘mikir’nya rada berat … lhooo, malah kebalik yah … :P
    semoga temenku mampir ke blogku, biar dia sendiri yang terima salammu … :)

    Comment by reena — December 22, 2005 @ 7:21 am

  6. hi reena.. salam kenal juga yah.. makasih dah nyempetin mampir di blogku:) ayo mari-mari kita belajar bersama….

    once again.. thx yah…

    Comment by Anita — December 22, 2005 @ 10:54 am

  7. *kukur-kukur sirah*

    gak tau mo comment apa….hehehe. opininya tak simpan sendiri aja…

    Comment by irfan — December 26, 2005 @ 3:54 pm

  8. Rin,

    temanmu cakep nda ???

    kalo cakep mbok yao kenalke mas’e ki…

    kebetulan lagi butuh pembantu baru..

    Comment by Om Tio — December 27, 2005 @ 3:00 pm

  9. *irfan
    meh tak kukurke, po piye????
    hayo ngomong … meh komen opo????

    *oom tio???
    pliz deh, oom jrood!!! hentikan halusinasimu … dirimu jauh banget sama tio pakusadewo!!!!
    waduh mas, sing paling cakep yo adikmu iki … *ting-ting*

    Comment by reena — December 28, 2005 @ 4:11 am

  10. alhamdulillah orangtuaku gak terlalu mikirin soal harta dsb. Yg penting cowo tsb agamanya kuat dan berpendidikan… keluargaku udah pernah ngerasain susah kok dulunya, jd hal-hal seperti ini gak terlalu dihiraukan sama mereka.

    Comment by amellie — February 11, 2006 @ 10:54 pm

  11. *amellie
    lucky you (and me) … hopely we could be a good parents for our children in the future …
    ^_^

    Comment by reena — February 14, 2006 @ 10:05 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here