Emang manusia aja yang gaul??? Hantu juga dong …
Hiyyyyyy, sebenernya aku orang paling penakut se-RT (rumah tangga, maksudnya). Tapi aku jadi tergelitik untuk nulis soal hantu, melihat banyak kasus kesurupan di bulan ini.
Sering liat tivi, kan? Di balik layar kaca itu, belakangan, sering memperlihatkan sejumlah pelajar –umumnya putri, belum pernah aku lihat pelajar putra kesurupan) di salah satu SMP di Surabaya berteriak histeris, melotot, menendang-nendang. Dengar-dengar kabar, katanya roh halus itu ga terima tempatnya diusik. Karena selidik punya selidik, petugas sekolah itu sebelumnya memangkas cabang-cabang pohon di sekolah tersebut.
Ngeliat santernya berita di tivi tentang kasus kesurupan ini, aku jadi ingat dengan kasus serupa di Bali beberapa waktu lalu. Yang berbeda, anak-anak kecil yang kesurupan saat itu tidak berteriak-teriak histeris seperti kasus di beberapa daerah saat ini, tapi justru menari Bali! Dan sebagian lainnya, memainkan alat musik tradisional Bali untuk mengiringi para penari itu.
Tapi yang menarik di kasus kesurupan kali ini, kok ya serempak banget ya …???
Satu bulan saja, sudah terjadi banyak kasus di berbagai tempat. Aku jadi mikir … mungkin para hantu atau roh halus atau jin atau entah apa sebutannya itu gaul banget. Artinya, mereka selalu ‘in’ dengan apa yang terjadi di muka bumi ini.
Dengan teknologi (di dunia manusia) yang canggih saat ini, mereka jadi ikut tau apa yang terjadi di daerah lain. Dan ga mau kalah dengan manusia yang latah, mereka jadi ikut-ikutan.
Mungkin saja, waktu ‘majikannya’ lagi nonton berita di tivi mengenai kesurupan, si makhluk halus ini mikir, “Wah, boleh juga neh ditiru.”
Dan dengan teknologi yang berkembang di alam halus (karena namanya makhluk halus, maka alamnya disebut alam halus), mereka melakukan koordinasi di antara sesamanya hingga akhirnya aktivitas memasuki dan merasuki tubuh manusia menjadi hobi baru mereka yagn mengasyikkan.
dan atas bantuan tangan-tangan manusia, ulah jahil mereka itu tersiar di seluruh penjuru Indonesia, dinikmati oleh ‘rekan-rekan seprofesinya’, dan menginspirasikan sebagian lainnya … dan begitulah seterusnya.
Mau tau catatan kasus kesurupan bulan ini? Ini, aku kutip dari detikcom hari ini (Kamis, 23 Maret 2006).
Rabu-Kamis, 1-2 Maret :
Lebih 20 siswa SMA Pangudi Luhur di Jl. Panembahan Senopati, Yogyakarta, kesurupan. Paranormal menyebut hal itu dipicu eksodusnya makhluk halus dari gedung bioskop Wijaya yang digusur, ke sekolah itu. Namun ‘penguasa sekolah’ tidak suka pada eksodus itu.
Kamis, 2 Maret :
Puluhan karyawan pabrik Mitra PEkerja Sampoerna Pacitan kesurupan. Akibatnya, aktivitas pabrik pelintingan yang mempekerjakan sekitar 2.800 orang karyawan itu terhenti.
Senin, 6 Maret :
PUluhan siswa SMA Pangudi LUhur lagi-lagi mengalami kesurupan massal.
Kamis, 9 Maret :
Sedikitnya 20 siswa SMP NEgeri 28 Bandung, Jl. Solontongan, Kota Bandung, kesurupan. Kejadian tersebut bermula dari seorang siswi kelas 9B yang kesurupan terlebih dahulu pada pukul 09.00 WIB. Seluruh siswa di kelas itu ketakutan dan berhamburan ke luar kelas. Siswa kelas lain yang keheranan tak urung jadi ketakutan dan terbawa sugesti hingga akhirnya puluhan siswa lain jadi korban.
Senin, 13 Maret :
39 Siswa putri SMUN 6 di Kota Bandar Lampung kesurupan saat mengikuti upacara bendera.
Senin, 20 Maret :
Puluhan pelajar SMA PGRI II, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kesurupan saat rombongan Satlantas Polda Kalsel hendak mensosialisasikan penggunaan helm kepada para siswa. Ini adalah kasus kesurupan ketiga yang terjadi di sekolah itu dalam dua pekan.
Senin-Rabu, 20-22 Maret :
Puluhan siswi SMPN 29 Surabaya kesurupan, diduga setelah satpam sekolah itu memangkas cabang-cabang empat pohon di sekolah tua itu.
Rabu, 22 Maret :
- Seratusan karyawan rokok Bentoel-Malang kesurupan. Teriakannya ada minta kopi susu dan dikembalikan ke rumahnya, di WC.
- Sejumlah siswi sebuah SMA di Tegal kesurupan.
- Beberapa siswi SMP di Kabupaten Majene, Sulbar, untuk kesekian kalinya kesurupan. Salah seorang di antaranya bisa ngoceh dalam bahasa Mandarin.
Ree :
Aneh juga ya, berseteru memperebutkan wilayah kok menyeret-nyeret manusia. Kenapa mereka ga berantem dengan cara mereka sendiri, yah? (ngomong-ngomong jadi penasaran dengan cara mereka berantem. Pake pistol-pistolan? tendang-tendangan? atau pakai tenaga dalam?
Trus yang di Bandar Lampung itu, aku rasa mereka (yang merasuki tubuh manusia itu) bisa diibaratkan sebagai anak-anak sekolah bandel yang emang ga doyan sama yang namanya upacara bendera.
Hampir sama kaya di Bandar Lampung, yang di Banjarmasin bisa disamakan seperti pelanggar-pelanggar lalu lintas yagn di dunia manusia emang kebanyakan ogah pake helm. Bisa jadi mereka menyuarakan isi hati para manusia yang ga suka pake helm, dengan cara mereka sendiri. Kalo udah kerasukan gitu, sosialisasinya dibatalin, kan?
:P
PS : ini edisi tayang ulang, tgl 23 Maret, krn yg kemaren ga bisa dikasih komen … Nyoba lagi siapa tau berhasil … Kalo tetep ga berhasil, berarti mereka emang ga mau dikomentarin …

