.::bintang kecilku::.

March 29, 2006

Emang manusia aja yang gaul??? Hantu juga dong …

Filed under: Hello World?!!! - reena @ 7:07 am

Hiyyyyyy, sebenernya aku orang paling penakut se-RT (rumah tangga, maksudnya). Tapi aku jadi tergelitik untuk nulis soal hantu, melihat banyak kasus kesurupan di bulan ini.

Sering liat tivi, kan? Di balik layar kaca itu, belakangan, sering memperlihatkan sejumlah pelajar –umumnya putri, belum pernah aku lihat pelajar putra kesurupan) di salah satu SMP di Surabaya berteriak histeris, melotot, menendang-nendang. Dengar-dengar kabar, katanya roh halus itu ga terima tempatnya diusik. Karena selidik punya selidik, petugas sekolah itu sebelumnya memangkas cabang-cabang pohon di sekolah tersebut.

Ngeliat santernya berita di tivi tentang kasus kesurupan ini, aku jadi ingat dengan kasus serupa di Bali beberapa waktu lalu. Yang berbeda, anak-anak kecil yang kesurupan saat itu tidak berteriak-teriak histeris seperti kasus di beberapa daerah saat ini, tapi justru menari Bali! Dan sebagian lainnya, memainkan alat musik tradisional Bali untuk mengiringi para penari itu.

Tapi yang menarik di kasus kesurupan kali ini, kok ya serempak banget ya …???
Satu bulan saja, sudah terjadi banyak kasus di berbagai tempat. Aku jadi mikir … mungkin para hantu atau roh halus atau jin atau entah apa sebutannya itu gaul banget. Artinya, mereka selalu ‘in’ dengan apa yang terjadi di muka bumi ini.

Dengan teknologi (di dunia manusia) yang canggih saat ini, mereka jadi ikut tau apa yang terjadi di daerah lain. Dan ga mau kalah dengan manusia yang latah, mereka jadi ikut-ikutan.
Mungkin saja, waktu ‘majikannya’ lagi nonton berita di tivi mengenai kesurupan, si makhluk halus ini mikir, “Wah, boleh juga neh ditiru.”
Dan dengan teknologi yang berkembang di alam halus (karena namanya makhluk halus, maka alamnya disebut alam halus), mereka melakukan koordinasi di antara sesamanya hingga akhirnya aktivitas memasuki dan merasuki tubuh manusia menjadi hobi baru mereka yagn mengasyikkan.
dan atas bantuan tangan-tangan manusia, ulah jahil mereka itu tersiar di seluruh penjuru Indonesia, dinikmati oleh ‘rekan-rekan seprofesinya’, dan menginspirasikan sebagian lainnya … dan begitulah seterusnya.

Mau tau catatan kasus kesurupan bulan ini? Ini, aku kutip dari detikcom hari ini (Kamis, 23 Maret 2006).

Rabu-Kamis, 1-2 Maret :
Lebih 20 siswa SMA Pangudi Luhur di Jl. Panembahan Senopati, Yogyakarta, kesurupan. Paranormal menyebut hal itu dipicu eksodusnya makhluk halus dari gedung bioskop Wijaya yang digusur, ke sekolah itu. Namun ‘penguasa sekolah’ tidak suka pada eksodus itu.

Kamis, 2 Maret :
Puluhan karyawan pabrik Mitra PEkerja Sampoerna Pacitan kesurupan. Akibatnya, aktivitas pabrik pelintingan yang mempekerjakan sekitar 2.800 orang karyawan itu terhenti.

Senin, 6 Maret :
PUluhan siswa SMA Pangudi LUhur lagi-lagi mengalami kesurupan massal.

Kamis, 9 Maret :
Sedikitnya 20 siswa SMP NEgeri 28 Bandung, Jl. Solontongan, Kota Bandung, kesurupan. Kejadian tersebut bermula dari seorang siswi kelas 9B yang kesurupan terlebih dahulu pada pukul 09.00 WIB. Seluruh siswa di kelas itu ketakutan dan berhamburan ke luar kelas. Siswa kelas lain yang keheranan tak urung jadi ketakutan dan terbawa sugesti hingga akhirnya puluhan siswa lain jadi korban.

Senin, 13 Maret :
39 Siswa putri SMUN 6 di Kota Bandar Lampung kesurupan saat mengikuti upacara bendera.

Senin, 20 Maret :
Puluhan pelajar SMA PGRI II, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kesurupan saat rombongan Satlantas Polda Kalsel hendak mensosialisasikan penggunaan helm kepada para siswa. Ini adalah kasus kesurupan ketiga yang terjadi di sekolah itu dalam dua pekan.

Senin-Rabu, 20-22 Maret :
Puluhan siswi SMPN 29 Surabaya kesurupan, diduga setelah satpam sekolah itu memangkas cabang-cabang empat pohon di sekolah tua itu.

Rabu, 22 Maret :
- Seratusan karyawan rokok Bentoel-Malang kesurupan. Teriakannya ada minta kopi susu dan dikembalikan ke rumahnya, di WC.
- Sejumlah siswi sebuah SMA di Tegal kesurupan.
- Beberapa siswi SMP di Kabupaten Majene, Sulbar, untuk kesekian kalinya kesurupan. Salah seorang di antaranya bisa ngoceh dalam bahasa Mandarin.

Ree :
Aneh juga ya, berseteru memperebutkan wilayah kok menyeret-nyeret manusia. Kenapa mereka ga berantem dengan cara mereka sendiri, yah? (ngomong-ngomong jadi penasaran dengan cara mereka berantem. Pake pistol-pistolan? tendang-tendangan? atau pakai tenaga dalam?

Trus yang di Bandar Lampung itu, aku rasa mereka (yang merasuki tubuh manusia itu) bisa diibaratkan sebagai anak-anak sekolah bandel yang emang ga doyan sama yang namanya upacara bendera.

Hampir sama kaya di Bandar Lampung, yang di Banjarmasin bisa disamakan seperti pelanggar-pelanggar lalu lintas yagn di dunia manusia emang kebanyakan ogah pake helm. Bisa jadi mereka menyuarakan isi hati para manusia yang ga suka pake helm, dengan cara mereka sendiri. Kalo udah kerasukan gitu, sosialisasinya dibatalin, kan?

:P

PS : ini edisi tayang ulang, tgl 23 Maret, krn yg kemaren ga bisa dikasih komen … Nyoba lagi siapa tau berhasil … Kalo tetep ga berhasil, berarti mereka emang ga mau dikomentarin … :P

March 15, 2006

Perahu Naga vs Busway

Filed under: Hello World?!!!, Fave - reena @ 11:00 am

Perahu naga dan busway (aku lebih seneng nyebutnya bus wae, harap maklum yah …), dua-duanya adalah alat transportasi. Tapi perahu naga, ga lazim digunakan sebagai alat transportasi air di Indonesia. Dia hanya muncul sesekali, seperti dalam lomba-lomba atau festival.
Tapi postingan ini ga ada hubungannya satu sama lain. Percaya, deh.

Perahu Naga di Cilacap
Sabtu-Minggu lalu, tanggal 11-12 Maret, di Cilacap diadakan Festival Perahu Naga. Ada 4 perahu naga yang bisa menampung 7 orang (5 orang pendayung dan 2 orang ‘penyemangat’ -yang 1 memukul bedug, yang satu ngapain yaaa … lupa). Festival Perahu Naga se-Jawa yang udah ke-4 kalinya diadakan di Cilacap ini digelar untuk meramaikan Hari Jadi Cilacap ke-150 tahun ini, tepatnya tanggal 21 Maret nanti.

Setelah melewatkan festival tahun lalu, dengan semangat 45, aku dan 2 orang teman nonton festival ini (sebenarnya 3, tapi ga dateng 1. Yang ngerasa boleh ngerasa bersalah). Jadinya, siang yang terik banget itu ga membuat langkah kami surut. (meski sebenarnya rada telat datang ke Pantai Teluk Penyu gara-gara aku … kudu ke kantor & stasiun dulu:P )

Ternyata, ada beberapa hal yang ga seperti bayanganku sebelumnya. Seperti suara bedug yang bertalu-talu untuk menyemangati para pendayung (karena posisinya agak ke tengah laut jadi suaranya ga nyampe ke penonton di tepi pantai. padahal dah ngebayangin rame dan meriahnya lomba yang diiringi suara bedug itu), juga bentuk perahu naga yang tidak sebesar seperti yang ada dibayanganku … :P

Nanti kalau ada kesempatan, aku postingin foto-fotonya. Tapi karena orang yang diandalin buat jeprat-jepret ternyata ga dateng, walhasil foto yg keambil pun jauh dari sempurna. Dan bukannya motret tim-tim yang lagi berlaga, kami malah asyik popotoan sendiri … (Padahal demi orang itu, aku bela-belain nyiapin segala sesuatu sampe ngerenovasi rumah jadi 2 tingkat, nyembeleh ikan, ayam, kambing, sapi!!! Monggo lho, yang ngerasa boleh ngerasa bersalah …)
Hilang deh kesempatanku menunjukkan indahnya langit di atas pantai Teluk Penyu Cilacap, siang itu …

kepanasan PDKT sama naga
Di dermaga Di depan Nusakambangan

Apdet 4 April 2006 :
Sorry, cuma foto-foto ga mutu & gambar perahu naganya cuman secuil :P harap maklum, karena keterbatasan prasarana jadi ga bisa moto regu-regu yang berlaga … ^_^ … hope u enjoy it …

Bus-wae di Jakarta
Ceritanya, Sabtu malam (setelah nonton Festival Perahu Naga) aku langsung ke Jakarta. Niat ingsun, mencoba mengadu nasib di ibu kota negara yang terkenal sak-Indonesia Raya itu.
Nah, hari Minggu, sempat kumpul sama mba Andru, mba Ari, dan Atik. Berhubung saat itu aku menjadi tamu dan tamu adalah raja, maka agenda hari itu aku yang memutuskan … hekekeke …
Rencana pertama, cari baju (gara2 keburu2 pas packing, baju yang semestinya aku bawa malah ketinggalan … so, mau ga mau kudu hunting baju di Jakarta … hiks … ndak ado pitih ). Rencana kedua adalah numpak bus-wae …!!

Akhirnya setelah satu baju yang tadinya menjadi penghuni PGC berpindah ke tasku, tujuan berikutnya adalah Blok M. Dari sanalah, kami naek bus-wae ke Sarinah. Ga begitu jauh emang, tapi yah lumayan bisa ngerasain nyamannya AC bis kesayangan warga Jakarta itu.

Cerita ttg tujuan perjalanan ke Jakarta kali ini memang tujuannya untuk menggapai salah satu mimpiku yang belum terwujud … jadi artis!!! wakakaka … engga banget deng … Sebenernya kansku 80-20. 80 persen gagal maksudnya … hehehe … jadi aku juga ga terlalu banyak berharap emang. Yah, keterima syukur alhamdulillah … ga keterima berarti aku kudu membangun Cilacap dan memerdekakan kota kecil ini dari Indonesia!!! … kekekeke …

Nah, ngapain juga aku yang dah nyadar kansku kecil tetep keukeuh ke Jakarta??? Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk ngambil baju tidurku yang ketinggalan di kosnya Atik, Juli tahun lalu … wuahahaha … ga penting banget kan??? :P
Tapi itu lebih mending kan, dari pada ke Jakarta hanya karena demi untuk cuma ngambil baju tidurku itu … ???

Sebenernya satu tujuanku lainnya yang belum kesampaian waktu ke Jakarta kemarin adalah … ke Dufan bareng teman kecilku …!!! … (penasaran, rencananya selalu gagal. Dan kunjungan terakhirku ke Dufan tahun 2003 ato 2004, ga semua mainan aku naikin karena banyak yang lagi dalam perbaikan… :( hihihi … udik, yah … :P )
So, kalau nanti ada panggilan lagi, meski kansnya pun sama kecilnya dengan yang ini, aku akan tetap berangkat ke Jakarta juga, biar bisa ke Dufan lagi!!!!! … hekekekeke … Hidup Dufan!!!

March 2, 2006

Jalan-Jalan ke Waduk Penjalin

Filed under: Hello World?!!! - reena @ 2:57 am

Jalan-jalan ke waduk penjalin ini sebenernya udah lama (Minggu, 12/2). Tapi baru sempet posting … :P
Sebenernya (lagi), niat awal kita waktu itu adalah menyambangi rumah temen kerja di Patuguran, Bumiayu, yaitu Sandy (pria paling kiri di foto #1). Dia sih pernah bilang kalo rumahnya itu deket sama Waduk Penjalin. Tapi aku ga pernah nyangka kalo ternyata dekeeeet banget. Keluar rumah, tengok kanan udah keliatan itu waduk. Jalan kurang lebih 20 meter, udah nyampe waduk … deket banget kan … hekekeke …

Karena letaknya ada di perbatasan antara Kabupaten Banyumas dan Brebes, jadi ga terlalu lama waktu yang ditempuh dari Cilacap, kira-kira 1,5 jam. Dari Cilacap ada 4 motor. Jadi rombongan yang ikut waktu itu 8,5 orang … hehehe … soalnya ada si kecil Nikol yang ikutan bapak sama emaknya … :P

Waduknya … hmmm, seperti waduk-waduk yang laen … banyak airnya … :D Tapi lumayan kok. Karena daerahnya emang dataran tinggi, jadi hawanya lumayan sejuk. Udah gitu, pemandangannya juga indah, karena dikelilingi oleh deretan pegunungan.
Mau bukti??? Liat aja sendiri …

Waduh, hawa waduk yang sejuk ga bisa kerasa ya … :P … makanya dateng aja sendiri …
Waduk ini luasnya 125 ha (bayangin sendiri), jadi asyik banget kalo buat maen perahu-perahuan. Dan emang, di tepi waduk berjejer pulau-pulau … eh, perahu-perahu.
Semula, kalo ga salah, si mas tukang perahunya nawarin Rp 3 ribu per orang untuk naik perahunya. Tapi, setelah ditawar, akhirnya, si mas mempersilakan kami yang ber-8,5 muter-muter waduk dengan ongkos Rp 20 ribu.

Perahunya cukup nyaman, kan …

Lho, siapa ini …???? Hehe, bukan si mas tukang perahu … iseng aja masang foto ini … kekekeke …

Oooo, bukan. Ini bukan anakku dengan pria tadi … Ini dia si anak 0,5 itu … hehehe … namanya Nikol, panggilan sayangnya Ni-ong. Emak - bapaknya itu yang pake baju kuning dan ijo di atas …

Sebenernya postingan kali ini kurang lengkap … ga ada gambar Waduk Penjalinnya. Abis keasyikan foto-foto sendiri sih …

Katanya, setiap Idul Fitri, ada yang namanya Pekan Wisata Idul Fitri. Acaranya banyak, termasuk lomba menangkap itik … kebayang serunya …

Penasaran??? Ke sana aja pas Idul Fitri, ga begitu jauh dari jalur utama kok.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here