.::bintang kecilku::.

April 28, 2006

Dagelan masa kini

Filed under: Hello World?!!! - reena @ 2:21 pm

Tadi pagi aku nonton Indosiar.
Mantan Kepala Jamsostek Achmad Djunaidi –yang dijatuhi vonis 8 tahun penjara, melempar papan nama ke Jaksa Penuntut Umum yang mengajukan banding atas vonis tersebut Untuk diketahui saja, vonis itu memang lebih rendah dari tuntutan JPU sebelumnya, yaitu 16 tahun penjara.
Mantan Kepala Jamsostek itu berang karena sebelumnya ia mengaku telah memberikan uang Rp 600 juta kepada jaksa.

Setelah ngamuk-ngamuk itu, kamera sempat merekam wajahnya dari sisi kanan yang tersenyum (atau menyeringai karena kesal?)
Kontan dong, para jaksa itu membantah kicauan Djunaidi itu.

Bah! Dagelan macam mana pula, ni?!!!!

Terus terang, semakin hari aku semakin jadi sulit percaya sama orang. Semakin sering berburuk sangka sama orang lain demi melihat semua yang terjadi di muka bumi ini. Ga tau harus percaya sama yang mana. Mau nolong orang, takut bales dipentung.
Karena terus terang, aku orang yang paling mudah dibohongin!!! (sampai sekarang pun masih!!! hiks)
Entahlah, aku harus bagaimana … Coba kaya Pinokio, ya … orang yang bohong, idungnya langsung panjang. Jadi ‘kan ketauan mana yang bohong, mana yang jujur.

April 27, 2006

Kebiasaan buruk … buruk sekali

Filed under: Hello World?!!!, All About Me - reena @ 12:57 pm

Mmmmh, sebenarnya berat hatiku membuat pe-er dari mas Irfan.
Bukan berat hati untuk membongkar kebiasaan burukku. Tapi dengan berat hati, aku harus memilih 5 dari banyak keburukan yang kupunya … wekekekekeke …

1. Putri Tidur
Weits, keren nian judulnya … hehehe …
Tapi sebenarnya, kebiasaanku yang satu ini sering bikin dongkol banyak orang.
Gimana engga? Dengan indahnya, di mana pun, kapan pun, di kondisi yang seperti apa pun, dengan pose apa pun, aku bisa tertidur pulas tanpa berbelas. Hikikikiki … alih-alih insomnia … hohoho … saya adalah putri tidur!!! *bangga* Dan parahnya lagi, rasa kantukku ini sering kali datang tak dijemput, pulang tak diusir … maksudnya, sering kali ia datang mengunjungiku. Yang berarti pula, gampang sekali aku tertidur … wikikikikiki ….
Cerita tentang hobi tidurku ini … buanyak! Contohnya, di kala yang lain pada heboh di tempat bhaksos pas SMA, aku dengan nyenyaknya tidur telungkup di meja ruang tamu di homestay … :P Aku juga pernah tidur telungkup di pahaku di terminal Yogyakarta malam-malam, sambil nunggu bis ke Cilacap yang belum keliatan batang moncongnya. Padahal aku sendirian kala itu. Eeee, kok ndilalah, aku juga ga peduli dengan kemungkinan ada penjahat yang mo menyulikku. Hikiki, mungkin mereka udah ilfil ngeliat bentukku kala itu …

2. Pemalas dan Jorok binti Kemproh
Entahlah, aku harus memisahkan dua hal ini atau engga, habis mereka itu serupa tapi tak sama … ^_^’ …
Paling males kalo suruh mandi … ga mandi sehari juga ga rugi … Jorok, kan?
Males gonta-ganti baju rumah. Jadi bisa seminggu pake baju ituuuuu mulu … Jorok, kan? (abis, males nyuci baju mulu … wekekeke)
Males beberes kamar … seprai berbulan-bulan ga dicuci juga cuek, tetep molor dengan nyenyak di atasnya … Jorok, kan?
Males mandiin si-Sidek (motorku yang masyaAllah dekilnya). Bisa tahan berbulan-bulan juga … Jorok, kan?
Pernah abis turun gunung, langsung ngeringkuk di kamar kos, dengan celana kotor, baju kotor, muka kotor, pikiran kotor … ups! … Jorok, kan?

3. Suka naikin kaki
Mmmh, ini sebetulnya terinspirasi dari mba dewi … Ternyata, itu juga jadi kebiasaan burukku. Ga di rumah, ga di kantor, pasti si kaki ini udah ke mana-mana. Awal mulanya sih, karena aku ga tahan dinginnya lantai. Di rumah terbiasa gogoleran di atas karpet. Di atas karpet itu jugalah, aku 20-an tahun lebih makan di atasnya. Jadi ya kebayangkan bentukku pas makan. Entahlah, apa itu pengaruh dari ibundaku yang emang orang minang dan udah kebiasaannya orang minang makan ngelekar di bawah, dengan kaki ditekuk satu … Yaaah, kayak abang-abang yang nongkrong di warteg itulah. Dan … walaaaa, jadilah itu sebagai kebiasaan yang lekat sama aku sekarang. Sampai sempet senior di kampus (cowok) kaget ngeliat kebiasaanku itu … woups! lupa … wrong place :P
Dan sekarang, kalo di kantor, kaki juga dah ga bisa diajak sopan. Suka ga enak sama temen ama bos, tapi gimana lagi dongs, kalo ga gitu kerjaan ga kelar-kelar … ga konsen sih … (waaaaa, apa hubungannya gitu?!!!!)

4. Keras kepala binti ngeyelan
Waduh, ga bisa banyak komen. Soalnya aku ga ngerasa ngeyel, tapi temen-temenku banyak yang ngomong begitu. Abis gimana dong, aku cuma mempertahankan pendapatku yang aku pikir bener (dan sepertinya emang bener deh!). Hehehe, tuh kan dah keliatan ngeyelnya … sudahlah, ga usah aku ceritain lagi yah.

5. Gak fokus??? ato budek??? ato o’on … hekekeke …
Ada temen yang sampe ngomong, “Bersabarlah kalo ngomong sama Reena. Kudu sampe 3 kali baru mudeng.” Wekekekeke … Soalnya aku sering minta mereka ngomong sampe berulang kali, “Hah?!” itulah kata-kata saktiku …
Kalo dah gitu, adekku selalu nyambungin, “Hah?! … Sapi?” … ga sopan dia … (atau aku yang ga sopan … hixixixi).
Tapi seorang temen ngomong kalo itu gara-gara aku ga fokus sama obrolannya. (tapi ga juga deh, soalnya aku inget apa aja yang diobrolin, kok. Cuman bagian itunya aja yang ga denger …).
Trus kenapa dong? Kalo budi alias budek-dikit, emang kuakui. Hihihihi, untung waktu tes kesehatan pas seleksi di salah satu radio di Solo, aku bukan yang pertama. Jadi kan aku bisa tanya, “Ditanyain apa aja sama dokternya? Diapain aja di dalem?” … hihihihi, curang. Trus dia jawab “… bla … bla … bla … trus diperiksa juga kupingnya. Dideketin alat, trus ditanya ‘Kedengeran, ga?’. Gitu deh.” … Hehehehe, langsung dong aku cecar dia dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan, “Alat apa? Emang bunyinya apa?” Hihihihi, jadi malu kalo inget ini. Yang jelas, ketika di dalem ruang dokter, ternyata emang pendengaranku kurang. Meski aku dah tau ‘bocorannya’, tapi ternyata pas aku ‘memasang’ kuping, tetep aja kedengerannya kecil … hikikiki …

Hmmm, tampaknya ini bukan kebiasaan buruk, yah??? :P
Hihihi … daripada diprotes, inilah kebiasaan burukku ke-5 (anggap aja begitu)
6. Suka lupa diri kalo dah maen ma internet
Sebenernya ga buka macem-macem sih. Tapi ya tetep aja bisa sampe berjam-jam-jam-jam (saking lamanya :D ) Makanya kompie kantor ga aku kasih YM, bisa-bisa aku malah ga kerja … wekksss. Ga ada YM-pun udah bikin kerjaan ga kelar-kelar. Jadi -aku mengaku- kalo aku kerja pulang sampai larut malam, itu karena aku keasyikan buka internet, bersihin imel dari postingan milis berjuta-juta (jangan percaya), blogwalking (padahal juga ga begitu sering), dan baca artikel ga penting lainnya … Jadi bukan karena aku workaholic … ^_^ …
Makanya, sekarang intensitasnya lagi (berusaha) aku kurangin … so, harap maklum yah …

Jadi … itulah beberapa kebiasaan burukku. Masih banyak sebenernya. Tapi kan jatahnya cuman 5 …
Mmmmmh, mo lempar ke siapa yah??? Well, seperti kata mas Irfan, hanya untuk introspeksi aja, biar ga merugikan banyak pihak. (eh, dirimu ga ngomong gitu deng, ya mas … wekekeke. pencatutan iki jenenge … ojo dituntut yo mas …).
Ok deh, kita tengok bad habitnya galih, amel, mba atta, mas rico, dan di.

April 19, 2006

Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran

Filed under: Hello World?!!!, Fave - reena @ 9:49 am

Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran

Beberapa malam terakhir, petualangan Harry Potter cs di Hogwarts menjadi teman pengantar tidurku … hekekeke … Karena hanya sempat dibaca sebelum tidur, jadi Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran itu belum habis kulahap. Agak sebel sih, tapi yah, bisanya baru begini mo gimana lagi T_T

Terus terang, kagum aku sama Bu JK. Rowlings ini. Bisa menciptakan nama yang ajaib-ajaib, bikin cerita yang ga kalah ajaib, juga detail-detail lain yang sama ajaibnya dengan dunia sihir. Kadang aku mikir “kok bisa ya kepikiran sampai segitunya …”. Tapi mungkin itulah kehebatan para penulis ya … tentunya yang sama sekali ga aku miliki … ^_^ …

Terus terang, daripada novel, aku lebih suka baca komik. Baca novel romantis, takut parno. Baca novel horor, males ngebayangin makhluk-makhluk aneh yang mengerikan.
Dan alasan lain aku ga suka novel adalah tulisannya yang minim ilustrasi, bikin pusing.
Novel yang pernah aku baca pun bisa dihitung dengan jari. Paling hanya serial detektif 5 Sekawan dan sebangsanya, Chicken Soup, Child Called “It” (tapi belum selesai triloginya … *sebel*), mmhhhh apa lagi ya???
Well, lainnya, adalah komik!!

Apdet, Kamis 20 April 2006
Fiuuh!!! Akhirnya, selesai sudah HP aku baca. Pas aku lirik jam di kamar, ternyata dah jam 00.14 WIB, hiks … dah lewat waktu ngantuk. Alhasil abis itu, aku ga bisa merem. Gugulingan sana sini tetep aja ga bisa tidur.

Sebenarnya agak males baca HP yang ini, sebab aku (ga sengaja) tau kalo Dumbledore -kepala sekolah Hogwarts sekaligus orang yang paling ditakuti oleh Voldermot, meninggal. Gara-gara baca intisari. (hihihi … Dumbledore bukan meninggal gara-gara baca Intisari -emang di sana ada???, tapi aku tau kalo Dumbledore meninggal gara-gara baca Intisari yang mengulas Harry Potter)

Tapi, ada beberapa hal menarik di buku ini, yang lumayan mengobati ‘kekesalanku’ itu.
Seperti, kisah cinta singkatnya Harry dan Ginny (i love it! tapi sedih juga mereka harus pisah … hiks … they love each other …), semakin dekat dengan Voldermot (Harry -berkat Dumbledore, tau ada 6 Chorcux tempat Dia-Yang-Tidak-Boleh-Disebut-Namanya menyimpan sebagian nyawanya. Dua diantaranya -secara tidak sengaja, dah dihancurkan Harry), dan -last not least- semua orang akhirnya tau kalo Snape (guru ramuan yang adalah musuh bebuyutan ayah Harry, mantan pelahap maut yang berambisi banget jadi guru Pertahanan Ilmu Hitam, orang yang akhirnya menghabisi nyawa Dumbledore -orang yang memberi kepercayaan besar terhadap si rambut-licin itu) emang jahat dan layak untuk dibinasakan.

Sekarang tinggal tunggu versi filmnya. Terus terang, mending baca bukunya. Aku agak kecewa dengan film Harry Potter and The Prisoner of Azkaban. Sirius Black -wali Harry, ga seganteng yang di bayanganku … wekekeke … Dan kurang mencekam!
Film yang terakhir Harry and The Goblet of Fire blom nonton (ehm … ehm, Cilacap ga punya bioskop, jadi kudu nonton di VCD … hiks!). Tapi dari cuplikannya sih sepertinya keren, jauh lebih fantastis dari sebelumnya.

Dan juga tinggal tunggu seri ke-7 yang katanya adalah seri terakhir … ???? …
Apa ’sang terpilih’ mampu menyelesaikan ramalannya dengan happy ending?
Apa Harry Potter akhirnya bareng lagi sama Ginny Weasly?
Apa Ron Weasly dan Hermione bisa mengalahkan gengsiannya, dan jadian?
Meski sudah membunuh Dumbledore, sebenernya di posisi mana si Snape berdiri? Mengingat Dumbledore memercayai Snape sepenuh hati. Dan -masih menurutku, Dumbledore yang bijak ga mungkin salah memercayai orang.

Mmmhhh, harapan semua orang sih semua akan berakhir dengan happy ending. Tapi mengingat pengarang luar berani untuk membuat ending cerita yang benar-benar di luar harapan pembaca/penonton atau justru menggantungkan cerita itu sendiri, aku sekarang hanya bisa berdoa dengan sangat agar Bu JK. Rowling bersedia mengakhiri cerita dengan indah … amin … :P

April 6, 2006

Perkenalkan, ini Nusakambanganku …

Filed under: Hello World?!!!, Fave - reena @ 4:16 am

See the sunrise from Nusakambangan

Cantik, yah … Itulah satu lukisan ciptaan Sang Maha Karya yang luar biasa indah, yang berhasil direkam hari Minggu, 26 Maret lalu, dari Nusakambangan.
Yup! Nusakambangan yang ‘itu’.
Alcatrasnya Indonesia, tempat bermukimnya narapidana –yang katanya kelas kakap, Azkabannya Indonesia –meski tanpa dementor … wekekekeke.

Pernah kebayang ga wajah sebenarnya ‘pulau seram’ ini?
Mungkin yang selama ini terbayang, pulau –yang masuk dalam wilayah administratif Cilacap– itu jauh dari daratan Pulau Jawa. Trus, pulau itu suram, seram, mencekam, mengerikan, bikin bulu kuduk merinding, dll, dsb, dkk, cs …

Hihihi … baiklah, reena kasih tau . Pulau Nusakambangan itu sangat kelihatan dari Cilacap, dengan arti kata, ga jauh dan terpencil seperti yang dibayangin orang. Dan pulau itu sangaaaaat indah dengan panoramanya … menakjubkan!
Tapi sayang, ribuan hektar pohon di pulau –yang selama ini ‘menjaga’ Cilacap dari amukan ombak besar Samudera Hindia– itu hilang di tangan para penjarah?!!! Ga bisa kebayang gimana nasib Cilacap kalau ga ada Nusakambangan –barrier alaminya Cilacap.

Reena udah beberapa kali ke Nusakambangan. Mulai dari masih pake celana monyet naik skuter sama tetangga yang petugas di Nusakambangan, wisata sama teman-teman SMA, ke sana bareng teman-teman seangkatan pas PKL di Pertamina, maen bareng teman-teman kerja ke sana, dan yang terakhir hari Sabtu-Minggu (25-26 Maret) kemarin.
Yang istimewa dalam perjalanan kali ini, kami mo ke Karang Bandung, dengan membelah hutan. Ga seperti biasanya yang naik kendaraan langsung ke Pantai Permisan. (Pantai Permisan selama ini menjadi satu-satunya obyek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Aksesnya cukup mudah, meski sudah banyak yang rusak tapi ada jalanan aspal yang bisa dilalui oleh bus. Sebelum sampai ke Pantai Permisan, kita lebih dulu melewati 3 lapas terkenal yang ada di sana, yaitu LP Besi –tempatnya Amrozi, dkk, LP Kembangkuning, LP Batu –ex tempatnya Tommy & Bob Hasan)

Dalam kunjungan kemarin, aku akhirnya melihat dari dekat wilayah-wilayah yang selama ini hanya kudengar dari cerita dan berita yang dibawa teman-temanku. Ada Karang Tengah, Tebeng, Karang Bolong (yang ini belum kesampaian), Karang Bandung, Cimiring, dan Kali Empat.

Well, let the pictures tell you the journey and how beautiful this island …
(sorry, hanya seadanya … pemandangan sebenarnya jauh lebih indah dari yang bisa terekam di alat buatan manusia bernama kamera digital. tapi semoga foto-foto di bawah ini tetap bisa ‘bercerita’)

Nusakambangan dari jauh Kapal Pesiar Patah satu, tumbuh seribu? Ini \"Kali Empat\" Ini \"Karang Bandung\" Depan Karang Bandung, ada \'Pulau\' Majeti Tempat mancing, neh Hotel di Karang Bandung Majeti BEFORE sunrise Majeti AFTER sunrise Waiting for the sun Bercengkerama bersama matahari Going back home Pelabuhan Cilacap dilihat dari Nusakambangan

Ket :
Dari kiri atas ke kanan sampai bawah …
#1. NK dilihat dari Pantai Teluk Penyu #2. Kapal pesiar yang membawa rombongan ke pulau kembang itu #3. Tumbang karena usia atau tumbang karena tangan jahil? #4. Kali Empat yang indah #5. Karang Bandung #6. Pulau Majeti yang ada di ujung Karang Bandung #7. Biasanya dipakai untuk tempat mancing temen-temenku. Kakap merah … kerang … hmmm, yummie. Tapi kemarin karena angin & ombak besar, jadi pulang dg tangan kosong. Di baliknya, ada batu komodo. Kalau air surut, batu itu seperti lapangan yang luas. Bisa buat lari-lari atau main sepakbola … :P #8. Hotel Karang Bandung #9. Majeti before sunrise #10. Majeti after sunrise #11 & 12. Nongkrongin sunrise #13. Ngos-ngosan dulu #14. Aktivitas di salah satu sudut pelabuhan alam Cilacap, dilihat dari NK.

End of the story …

catt : Pulau Majeti adalah tempat tumbuhnya bunga Wijayakusuma -yang juga menjadi lambang kebanggaan Cilacap.
Di dunia pewayangan, kembang Wijayakusuma adalah senjata ampuh milik Sri Bathara Kresna -seorang raja yang bijaksana dari Dwarawati. (nyontek Wikipedia … :P aku ga paham dengan dunia perwayangan). Wijayakusuma sendiri artinya bunga kemenangan.
Konon, Sri Bhatara Kresna melabuh atau membuang kembang Wijayakusuma ke luat selatan (Samudera Hindia), dekat Pulau Nusakambangan. Bunga itu dibuang bersama dengan kendaga atau tempatnya. Tutup kendaya yang berbentuk bulat menjelma menjadi pulau Majeti, sedangkan tempat bagian bawahnya menjadi pulau Bandung.
Tapi versi lain menyebutkan, bunga Wijayakusuma itu diberikan oleh seorang putri yang berkat pertolongan Aji Pramosa -seorang raja dari Kediri, bisa menjelma sebagai manusia. Putri yang mengaku sebagai Dewi Wasowati itu tadinya berupa naga yang muncul dari pantai Selatan, hendak ‘melahap’ Aji Pramosa. Tapi berkat panah yang menghunjam perut naga dan merobeknya, walaaaa … berubahlah dia menjadi sosok wanita ayu yang berlarian di atas gulungan obak dari arah timur Pulau Nusakambangan.
Nah, sebagai rasa terima kasih, sang putri memberikan bunga Wijayakusuma itu kepada Aji Pramosa sambil berkata, “Kembang Wijayakusuma tidak mungkin bisa diperoleh dari alam biasa. Barang siapa memiliki kembang itu, bakal menurunkan raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa”.

Yah, begitulah mitosnya. Terserah mau percaya yang mana. Yang jelas, masih menurut catatan Wikipedia, kembang yang bernama latin Pisonia Grandis var Silvestris ini hanya terdapat di kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Pulau Puteran Madura, Bali, Ambon, dan di Karang Bandung Nusakambangan. Tapi yang bisa berbunga hanya di Karang Bandung Nusakambangan, Karimun Jawa, dan Bali. Itu pun jarang sekali.
Sampai sekarang, bunga Wijayakusuma itu dipercaya membawa berkah bagi orang yang mendapatkannya.

hihihi … kudunya dibikin postingan sendiri tentang Wijayakusuma, ya … :P tapi mending gini deh, daripada ga sama sekali … tar keburu lupa dan sok sibuk … :P

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here