Perkenalkan, ini Nusakambanganku …
Cantik, yah … Itulah satu lukisan ciptaan Sang Maha Karya yang luar biasa indah, yang berhasil direkam hari Minggu, 26 Maret lalu, dari Nusakambangan.
Yup! Nusakambangan yang ‘itu’.
Alcatrasnya Indonesia, tempat bermukimnya narapidana –yang katanya kelas kakap, Azkabannya Indonesia –meski tanpa dementor … wekekekeke.
Pernah kebayang ga wajah sebenarnya ‘pulau seram’ ini?
Mungkin yang selama ini terbayang, pulau –yang masuk dalam wilayah administratif Cilacap– itu jauh dari daratan Pulau Jawa. Trus, pulau itu suram, seram, mencekam, mengerikan, bikin bulu kuduk merinding, dll, dsb, dkk, cs …
Hihihi … baiklah, reena kasih tau . Pulau Nusakambangan itu sangat kelihatan dari Cilacap, dengan arti kata, ga jauh dan terpencil seperti yang dibayangin orang. Dan pulau itu sangaaaaat indah dengan panoramanya … menakjubkan!
Tapi sayang, ribuan hektar pohon di pulau –yang selama ini ‘menjaga’ Cilacap dari amukan ombak besar Samudera Hindia– itu hilang di tangan para penjarah?!!! Ga bisa kebayang gimana nasib Cilacap kalau ga ada Nusakambangan –barrier alaminya Cilacap.
Reena udah beberapa kali ke Nusakambangan. Mulai dari masih pake celana monyet naik skuter sama tetangga yang petugas di Nusakambangan, wisata sama teman-teman SMA, ke sana bareng teman-teman seangkatan pas PKL di Pertamina, maen bareng teman-teman kerja ke sana, dan yang terakhir hari Sabtu-Minggu (25-26 Maret) kemarin.
Yang istimewa dalam perjalanan kali ini, kami mo ke Karang Bandung, dengan membelah hutan. Ga seperti biasanya yang naik kendaraan langsung ke Pantai Permisan. (Pantai Permisan selama ini menjadi satu-satunya obyek wisata yang dikunjungi oleh wisatawan. Aksesnya cukup mudah, meski sudah banyak yang rusak tapi ada jalanan aspal yang bisa dilalui oleh bus. Sebelum sampai ke Pantai Permisan, kita lebih dulu melewati 3 lapas terkenal yang ada di sana, yaitu LP Besi –tempatnya Amrozi, dkk, LP Kembangkuning, LP Batu –ex tempatnya Tommy & Bob Hasan)
Dalam kunjungan kemarin, aku akhirnya melihat dari dekat wilayah-wilayah yang selama ini hanya kudengar dari cerita dan berita yang dibawa teman-temanku. Ada Karang Tengah, Tebeng, Karang Bolong (yang ini belum kesampaian), Karang Bandung, Cimiring, dan Kali Empat.
Well, let the pictures tell you the journey and how beautiful this island …
(sorry, hanya seadanya … pemandangan sebenarnya jauh lebih indah dari yang bisa terekam di alat buatan manusia bernama kamera digital. tapi semoga foto-foto di bawah ini tetap bisa ‘bercerita’)
Ket :
Dari kiri atas ke kanan sampai bawah …
#1. NK dilihat dari Pantai Teluk Penyu #2. Kapal pesiar yang membawa rombongan ke pulau kembang itu #3. Tumbang karena usia atau tumbang karena tangan jahil? #4. Kali Empat yang indah #5. Karang Bandung #6. Pulau Majeti yang ada di ujung Karang Bandung #7. Biasanya dipakai untuk tempat mancing temen-temenku. Kakap merah … kerang … hmmm, yummie. Tapi kemarin karena angin & ombak besar, jadi pulang dg tangan kosong. Di baliknya, ada batu komodo. Kalau air surut, batu itu seperti lapangan yang luas. Bisa buat lari-lari atau main sepakbola …
#8. Hotel Karang Bandung #9. Majeti before sunrise #10. Majeti after sunrise #11 & 12. Nongkrongin sunrise #13. Ngos-ngosan dulu #14. Aktivitas di salah satu sudut pelabuhan alam Cilacap, dilihat dari NK.
End of the story …
catt : Pulau Majeti adalah tempat tumbuhnya bunga Wijayakusuma -yang juga menjadi lambang kebanggaan Cilacap.
Di dunia pewayangan, kembang Wijayakusuma adalah senjata ampuh milik Sri Bathara Kresna -seorang raja yang bijaksana dari Dwarawati. (nyontek Wikipedia …
aku ga paham dengan dunia perwayangan). Wijayakusuma sendiri artinya bunga kemenangan.
Konon, Sri Bhatara Kresna melabuh atau membuang kembang Wijayakusuma ke luat selatan (Samudera Hindia), dekat Pulau Nusakambangan. Bunga itu dibuang bersama dengan kendaga atau tempatnya. Tutup kendaya yang berbentuk bulat menjelma menjadi pulau Majeti, sedangkan tempat bagian bawahnya menjadi pulau Bandung.
Tapi versi lain menyebutkan, bunga Wijayakusuma itu diberikan oleh seorang putri yang berkat pertolongan Aji Pramosa -seorang raja dari Kediri, bisa menjelma sebagai manusia. Putri yang mengaku sebagai Dewi Wasowati itu tadinya berupa naga yang muncul dari pantai Selatan, hendak ‘melahap’ Aji Pramosa. Tapi berkat panah yang menghunjam perut naga dan merobeknya, walaaaa … berubahlah dia menjadi sosok wanita ayu yang berlarian di atas gulungan obak dari arah timur Pulau Nusakambangan.
Nah, sebagai rasa terima kasih, sang putri memberikan bunga Wijayakusuma itu kepada Aji Pramosa sambil berkata, “Kembang Wijayakusuma tidak mungkin bisa diperoleh dari alam biasa. Barang siapa memiliki kembang itu, bakal menurunkan raja-raja yang berkuasa di tanah Jawa”.
Yah, begitulah mitosnya. Terserah mau percaya yang mana. Yang jelas, masih menurut catatan Wikipedia, kembang yang bernama latin Pisonia Grandis var Silvestris ini hanya terdapat di kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Pulau Puteran Madura, Bali, Ambon, dan di Karang Bandung Nusakambangan. Tapi yang bisa berbunga hanya di Karang Bandung Nusakambangan, Karimun Jawa, dan Bali. Itu pun jarang sekali.
Sampai sekarang, bunga Wijayakusuma itu dipercaya membawa berkah bagi orang yang mendapatkannya.
hihihi … kudunya dibikin postingan sendiri tentang Wijayakusuma, ya …
tapi mending gini deh, daripada ga sama sekali … tar keburu lupa dan sok sibuk …

aku mau aku mau
eh beneran loh ini; kapan-kapan aku diajak ke sana ya. hunting foto. yah yah?
kamu baik deh
;)
Comment by atta — April 6, 2006 @ 10:45 am
jangan lupa ajak2
Comment by amellie — April 6, 2006 @ 11:10 am
Yang moto siapa mbak reen? komposisi luwes dan manis, tone yang cakep, meski agak OE di langit-nya. Hehehe.. kayak komen di FN ajah… salam mbak reen
Comment by galih — April 7, 2006 @ 3:57 am
*atta
serius neh … atur aja …
banyak yg bisa diabadikan loh … it’s amazing … it’s heaven …
*amellie
mending dari sono, naik getek (baca:kapal) langsung hinggap ke pulau kecil ini …
*galih
aku sendiri … pake kamera digital kok, lih … ga gape pake kamera manual … hiks … salah satu impianku, seperti mba atta … ^_^
Comment by reena — April 7, 2006 @ 8:51 am
kapan aku diajak kesana? hehehehe
wah, rencana ke clp tertunda molo. ngasi bingung le ngatur jadwal. piye, jal?
Comment by irfan — April 8, 2006 @ 4:49 pm
Ikuuuttt…
Maksudnya, kapan hari ke Jkt, bawain donks. Hahahahaha…
Ehh.. iya. Aku demen loh krupuk buatan Tjilatjap.
Comment by ricorea — April 9, 2006 @ 10:12 am
*irfan
halah, omong doang … suebel!!! dah, ga usah diungkit2 lagi … bikin inget sama sebelnya …
gitu deh, kalo janjian sama orang sibuk …
*ricorea
oooo, kerupuk tengiri yah???
nyam … nyam … ‘mang enak …
Comment by reena — April 10, 2006 @ 1:36 am
hihihihi….isih sebel….kekekeke
bukan gitu, nduk! soale yo nunggu budget. lagi agak kacau. lagian, ada beberapa perubahan di kantorku. terus kemarin lagi, aku sempat tumbang, kena diare.
tp tetep ada niat kok ke clp. mugo ae bisa secepatnya. dongakno wae ndang kelakon. kan masih blm dikenalin sama adik ipar….huakakakakakaka. jenenge sopo to, nduk? wah, karo aku kok yo nganggo rahasia2an barang. awas kowe!
btw, aku lagi online, ki! jare kowe kangen…..xixixixixixixixi
Comment by irfan — April 10, 2006 @ 8:15 am
Reena, makasih yah sudah mampir dan menorehkan tulisannya di komen..he.he..
Wah, photo sunset di NK keren deh…
BTW, sering lihat pak Tommy mundar mandir dong?…yg ini only bercanda…hi..hi.
Kapan yah bisa jalan2 ke sana?
Sering2 mampir yaa
Comment by Lili — April 10, 2006 @ 3:30 pm
ada view secantik ini kok ya gak ngajak ngajak lho….
kapan yo aku iso hunting neng nusakambangan…..
Comment by aji — April 11, 2006 @ 1:34 am
wah umi lili … makasih dah mampir …
hikikiki … keliatan kaya sunset yah? tp itu sunrise lho …
tenang umi, reena bakal sering maen ke sana … ceritanya rame sih …
Comment by reena — April 11, 2006 @ 1:37 am
*aji
hayo kita ke nusakambangan!!!!!
Comment by reena — April 11, 2006 @ 1:52 am
hehehe.. jadi inget ama….
Comment by galih — April 11, 2006 @ 9:05 am
*galih
hayooooo, inget sama gadis kecilmu, yahhhhh …
Comment by reena — April 11, 2006 @ 9:18 am
Keren ya..
Lily kangen pantai, kangen sunset, kangen yg hijau2..
Hiks.. sedih.. kangen banget..
Pingin ke pantai..
Comment by Lily — April 13, 2006 @ 9:03 am
*Lily
Ayo Li, ke Cilacap ajah …
Comment by reena — April 15, 2006 @ 1:33 am
jadi kapan kita ke nusakambangan
Comment by aji — April 18, 2006 @ 5:10 am
6-7-8 Mei? itu jumat sabtu minggu to? sip. aku kan sabtu libur.
skedule roadshownya dikirim via e-mail aja. ben jelas, ente sabtu kemana, minggu kemana, senin kemana. oke?
btw, kalo ke yogya, siapa tau bisa kopdar juga sama anak-anak jogja. ada EO khusus kopdar kok di jogja…hehehe
Comment by irfan — April 18, 2006 @ 9:19 am
*aji
mau kapan, ji?
*irfan
kopdaran di yk??? yuuuukksss … ^_^ …
Comment by reena — April 18, 2006 @ 9:42 am
wah cantiknyaaaaaaa. yg terekam di imej adalah pulau seram yaa.
Comment by maknyak — April 18, 2006 @ 3:57 pm
*maknyak
makasiiiih … ups, maksudnya bukan aku ya … xixixixi …
iya, itu bagian dari si ‘pulau seram’
Comment by reena — April 19, 2006 @ 6:59 am
emmm iya iya,
kalau kamu ada jadwal ke nusakambangan lagi aku kabari ya.
aku ikut hunting aja.. hehe
beneran lho rin. kabari aku.
Comment by aji — April 19, 2006 @ 8:04 am
Subhanallaaahh…aku meluuuuuuu….
ayo ayo janjian, kapan kapan?
Comment by Ash! — April 22, 2006 @ 9:37 am
*Ash!
Ayoooo, kita ke nusakambangannnnn …. ^_^ …
Comment by reena — April 24, 2006 @ 10:06 am
wah asyiknya pante ini… jadi pingin kesana sambil photo2. mampir deh
ke blogku aku juga muat photo2 pantai
Comment by sam words — April 25, 2006 @ 10:56 am
*sam words
wah, ketemu sama anak pantai rupanya … ^_^ …
btw, makasih dah berkunjung ke ‘rumahku’ ini. tunggulah kedatanganku …
Comment by reena — April 25, 2006 @ 11:16 am
foto rumah tahananya mana yah…? apa gak boleh difoto ?
halu… mbak ren… pakabar mailnya dah sampai dengan selamat kok. kekeke….. c u…. eh iya lam kenal ya…
Comment by youtea — April 26, 2006 @ 6:36 am
Bicara soal Pulau Nusakambangan memang Panoramanya Penuh Pesona. Alamnya sangat asri dan banyak kenangan indah yang sulit dihilangkan.
Wisata Ke Nusakambangan bisa rombongan minimal 20 orang. Bisa Kontak ke Dinas Pariwisata Cilacap atau bisa juga sewa Prahu tradisional.
Tahun 2004 P4C pernah ngadain Promo Wisata ke Nusakambangan dengan peserta +- 300 orang.
Salam,
Paguyuban Putra Putri Peduli Cilacap (P4C).
http://groups.yahoo.com/group/forum_komunikasi_warga_cilacap/
Comment by Wardiman — April 26, 2006 @ 9:17 am
*yutea
wah, kemaren ga ngelewatin rumah tahanan. rombongan ke arah timur, sedangkan yang rumah tahanan ada di rute barat …
tar deh kalo sempet maen lagi ke sana …
btw, thanks ya mba yutea dah mampir …
Comment by reena — April 27, 2006 @ 4:17 am
nusakambangan memang penuh berjuta pesona, tapi gimana ke depanya kalo pembalakan liar dan eksplorasi batu kapur dibiarkan terus..?
Comment by nuar — November 4, 2006 @ 12:12 pm
fren, aq lg butuh gambar 2 wsata cilacap nech,…aq mbok yo dikirimin..lg bikin profil wisata
Comment by han — April 4, 2007 @ 9:26 am
uuuuuhhh….. jadi kagen ma cilacap,
Q dulu orag cilacap, dari lahir ceprot ampe klas 2 smp disana, teyus pindah k solo ampe sekarang kuliah…
di cilacap emang bener-bener asyik,
bisa liat sunrise, keyen buanget dheh…
tapi sayang buanget, seumur idup Q di cilacap Q baru sekali k nusakambangan, itu aja waktu Q mash orok alias masih bayi, jadi g inget apa2 dhe…
kpan2 kelo pulang kampung Q mo ah jalan-jalan di sono..
Comment by yaya — June 3, 2007 @ 7:17 am
wah..buener buanget loh..nusakambangan tu kueren buanget,Q ja yg org cilacap ga pernah bozen liat foto-foto nusakambangan….apalagi ke LP2nya..tambah serem tapi asik..
Comment by meetha — February 15, 2008 @ 7:47 am