Cilacap Panik
Sore tadi, sekitar jam 3 lebih, … zwing … zwing … “Walah, gempa maning!!!” Tapi getarannya ga begitu besar seperti gempa di Yogyakarta yang juga terasa sampai Cilacap.
Pikiran langsung melayang ke Yogyakarta yang memang masih sering terjadi gempa susulan.
Langsung surving internet … ternyata gempa juga dirasakan di Jakarta & Bandung. “Wah, jangan-jangan patahan di Jakarta itu yang bergerak” … atau … “si anak Krakatau menggeliat lagi” … atau … “…”
Ga lama kemudian, ternyata diketahui, gempa terjadi di sekitar Laut Pangandaran, dengan kekuatan 5,5 SR (dari detikcom, tapi disebutkan juga kekuatannya 6,1, 7,2, entahlah…).
Warga Cilacap yang sensitive dengan isu tsunami pasca bencana Aceh, langsung panik. Dari kabar yang masuk ke studio dan yang diperoleh reporterku, terjadi tsunami di beberapa tempat, seperti di Binangun dan Adipala. Katanya, di wilayah itu, air laut mencapai daratan. Warga pun langsung mengungsi. (Tapi, kata Mama & Papa Oi yang langsung ke pantai begitu ada gempa, air laut sempat surut sebelum ‘menghantam’ bibir pantai. Tapi menurutku –sepertinya, kalaupun terjadi tsunami, tidak sebesar tsunami di Aceh).
Ga berapa lama, beberapa jalan protocol di wilayah kota dipenuhi kendaraan, juga warga yang jalan kaki. Beberapa tempat juga dijadikan tempat konsentrasi massa, seperti di Masjid Agung Darussalam, dan alun-alun.
SPBU-SPBU pun langsung dipenuhi antrian kendaraan …
Panik … bingung … seperti itulah gambaran Cilacap sore ini …
Tapi tadi petang, kondisi udah agak tenang, meski kendaraan masih berkerumun di jalan, masih bergerak ke luar Cilacap.
Reena panik??? Sebenarnya engga, tapi lumayan panik karena ibundaku baru tadi pagi masuk RSPC, lantai 3, yang lokasinya dekat Pantai Teluk Penyu!!!!! HUH …!!! Kenapa HP-ku rusak di saat-saat gini sih!!!!
Sesaat setelah gempa, aku masih bisa ‘mendinginkan’ kepalaku. Tapi begitu baca ternyata lokasi gempa di sekitar Pangandaran, langsung aku sms Cahyo –adikku (pake HP kantor
), minta langsung ke RSPC. Ternyata dia udah di sana. Kata Cahyo, Oom Wowo –adik ibundaku yang kapalnya baru bersandar di Cilacap bilang, tinggi ombak sampai 7 meter!!!
Well, guys … aku dan keluarga baik-baik aja … at least for now. Just pray for us, okay …
Sepertinya, komunikasi juga kurang lancar, mungkin traffic sibuk karena banyak yang masuk, banyak juga yang keluar …
Update :
Tsunami terjadi di Pangandaran, 5 tewas, termasuk balita yang terseret ombak. Selain itu, tsunami juga terjadi di Kebumen. (dari detikcom)

Ayo beli…..
Comment by galih — July 18, 2006 @ 1:19 am
syukurlah ente dan keluarga baik-baik saja. wingi sore pas krungu berita iku yo sempat bingung. mana berita di detik blm akurat banget, karena masih simpang siur. eh, sms kowe ra mlebu. tibake HP-mu isih klunthing to? melas temen (:D). baru setelah itu sms sing nganggo HP kantormu mlebu. lha, iki sopo maning? soale sms-e terputus. baru setelah lanjutannya masuk, oh…… seko genduke rina, to !!! alhamdulillah, gak papa.
bunda sakit apa, nduk? semoga lekas sembuh.
salam nggo wong sak cilacap :p
Comment by irf — July 18, 2006 @ 3:36 am
aku juga punya saudara di kebumen yang rumahnya dekat dengan pantai. sampai sekarang belum tau keadannya gimana.
mudah-mudahan mereka selamat
amin
Comment by away — July 18, 2006 @ 9:56 am
http://cilacaperz.cogia.net
portal gaul paling OK
Comment by yugo — October 23, 2007 @ 10:08 am