Porno suami … eh, parno tsunami
Adalah hal yang wajar. Orang yang baru tertimpa kemalangan akan takut untuk tertimpa kemalangan yang kedua kalinya … Yah ibarat pepetah, si Keledai aja ga mau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Sehingga hal yang wajar, kalo masyarakat Cilacap tiba-tiba jadi parno sama tsunami juga gempa. Mungkin hal yang sama juga dirasakan masyarakat Yogyakarta yang juga parno sama gempa, bahkan suara gemuruh kecil sekali pun.
Dan inilah mentalitas bangsa kita yang bobrok akut. Di tengah penderitaan orang, ada aja yang masih kepikiran untuk memancing di air keruh!!!
Tau ga, aku baca di detik, tanggal 18 atau 19 Julinya diberitakan ada warga Cilacap yang menjarah di Pangandaran!!! Oooooh, please!!!!! Sama-sama jadi korban kok tetep ga pake otak (tapi bukan berarti mereka boleh menjarah daerah yang ga jadi korban, lho ya)!!!
Bete aku bacanya!
Dan kemaren-kemaren Jakarta dan Bali heboh sama isu tsunami yang beredar. Kalo di Jakarta via sms, kalo yang di Bali via selebaran. Dah ketebak kan hasilnya???? Semua orang panik!!! Karyawan di gedung tinggi pulang awal, sekolah mulangin anak didiknya, sebagian ada yang milih aman dengan segera pergi ke dataran yang lebih tinggi, dll, dst, etc.
Padahal BMG dah berulang kali negasin bahwa gempa dan tsunami ga bisa dipastikan kapan terjadinya, karena emang blom ada alat yang mampu mendeteksi itu semua. Jadi bisa disimpulkan bahwa kabar itu hanya sekedar isu yang ga jelas maksud dan tujuannya. (eh jelas ding maksudnya, bikin orang panik! dan mungkin kalo ada kesempatan, ambil ini di sini, ngambil itu di situ, ngambil ana di sana, ngambil ono di sono!)
Di Cilacap gimana?
Entah dari mana asalnya, beredar kabar, Selasa Kliwon akan terjadi tsunami susulan!!!
Dan hasilnya, sebagian warga di Adipala –yang kemaren terkena tsunami, dah packing-packing. Entah udah sempat menyingkir apa belom.
Banyak sms yang masuk yang nanyain kebenaran isu itu? Dan berkali-kali kami (Yes Radio, radio di mana aku bekerja) selalu mengatakan apa yang ditegaskan oleh BMG itu. Meski juga, kami tambahkan, informasi tersebut bisa jadi bahan untuk kami meningkatkan kewaspadaan. But don’t panic …
Kehidupan di kantor juga adem ayem aja, ga terpengaruh sama isu tersebut.
Pasca tsunami, ada sebagian warga yang menggelar doa bersama, ada yang langsung mengadakan pelatihan antisipasi tsunami, bahkan sesepuh nelayan sini ada yang nyembeleh kerbau bule hari Senin kemarin dan dilarung ke pantai Selasa pagi. Tujuannya semua satu, mohon agar ga ada bencana serupa yang terjadi. Tapi mengenai pelarungan kerbau bule yang ndilalah pas hari Selasa kliwon, aku ga tau. Entah ada kaitannya dengan isu tsunami Selasa Kliwon itu atau emang kebetulan aja.
Nah itu gambaran kepanikan sebagian masyarakat Cilacap pasca tsunami.
Trus gimana sama Reena???
Meski aku selalu tekanin ke penyiar untuk selalu menyampaikan penegasan BMG, dan meski aku ga ikutan packing-packing, tapi … aku tetep aja parno. Kekhawatiran itu tetep aja ada. Aku mikir ibundaku dan nenek yang hanya berdua di rumah, kurang lebih 0,5 - 1 km dari pantai selatan. Hehehehe …
Keparnoanku itu mulai bertambah gaswat sejak Selasa pagi, meski di hati aku juga berusaha rasional.
Selasa siang, aku sedikit lega … “Fyuuuuh, udah lewat setengah hari dan ga ada kejadian apa-apa. Berarti emang ga bener.”
Trus ada juga sms yang masuk ke studio yang juga lega karena ga terjadi apa-apa (at least sampai dia kirim sms) dan mengutuk orang yang menghembuskan isu itu.
Selasa sore, alhamdulillah … semua baik-baik aja.
Nah … Selasa malam … abis dari tempat mama oi (beliau ultah), kira-kira jam 9 aku sama oi pulang (maagku kambuh. Parah. Jadi batal makan gratis … hehehe). Pas bergerak pulang, aku sempet memperhatikan langit. Cerah, ada bulan ada bintang.
Sebelum nyampe rumah, mampir beli nasi goreng. Nah ini nih yang bikin keder. Anjing di rumah sebelah penjual nasgor menggonggong mulu. Langsung deh, mikir “Iiiiiih, kok si anjing bunyi mulu sih. Kan satu pertanda akan gempa yang paling mudah dilihat adalah tingkah polah binatang yang panik. Iiiiiiih, jangan-jangan bener neh? This is the time …”
Apalagi, angin berhembus kencang malam itu … Hiiiiiyyyyy …
Trus aku ngasih tau oi. Dia jadi ikut kebawa resah dan gelisah *halah*
Trus kami perhatiin wajah bulan. Oi bilang, “Bulannya bagus kok.”
Aku sempet baca di imel atau di mana aku lupa, salah satu pertanda akan terjadi gempa —selain dugaan sebagian orang yaitu munculnya awan gempa, adalah warna bulan yang aneh. Bulan jadi ada 3 warna, dan batasan antara warna-warna itu terlihat jelas.
Mmmmh, sebelum tsunami, aku sepertinya pernah membatin langit Cilacap mengerikan, juga warna bulannya yang menurutku kotor. Entahlah, itu cuma perasaanku atau bukan …
Trus Oi juga bilang, “Daunnya gerak kok”
Aku juga pernah baca atau dengar (????), kalo tanda lainnya adalah daun-daun tidak bergerak.
Trus aku ngamatin arah angin. Katanya, kalo arah angin berubah-ubah itu pertanda akan badai. Dan kalau angin ternyata asin … hati-hatilah karena itu pertanda akan ada tsunami.
Wallahu’alam.
Oya satu lagi, aku juga pernah baca, satu tanda lain, banyak semut-semut yang ‘eksodus’ ke rumah. Yang ini aku ga tau gimana hubungannya. Yang jelas, beberapa hari ini aku perhatiin, emang banyak semut di rumah. Baik di rumahku, atau rumah ibundaku … Hihihihi, parno banget yah …
Setelah dapet itu nasi goreng (aku ga sempet masak lagi … hehehe … oya dah tak critain? Hari Minggu aku masak sup dan tempe penyet … -again! … hasilnya??? not bad, supnya kebanyakan merica, tempe penyetnya keasinan … hakakaka … Bukan hanya itu, waktu pembuatannya lho … jadi jam setengah 2 siang sampai jam 5 sore!!!! wakakakaka … untung oi ga pingsan …), aku langsung pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan, mata sibuk jelalatan lirak-lirik amati situasi … angin … pohon … langit … bulan … hehehehe … parno banget.
Dan malam itu, entah kenapa kok aku jadi memperhatikan pengendara kendaraan yang pada ngebut dari arah kota ke luar kota … ckckckck … to much parno will kill me …
Tapi sampai rumah, dah ga mikir itu lagi tuh … hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apa-apa lagi di Cilacap …
Hmmmm, itulah keparnoanku yang membuatku sedikit lelah … T_T …
Semoga emang ga ada lagi hal-hal buruk yang terjadi di negeri ini dan di muka bumi ini umumnya (gak mungkin banget yah … tapi berdoa boleh kan???)
Tapi tadi sore aku terima sms dari staf meteorologi Cilacap … “…tp ingat, tsunami Aceh imbasnya sampai ke Afrika dsb. Bisa saja Australia terjadi gempa, Indonesia imbasnya. Tapi mudah-mudahan tidak terjadi.”
Trus kemarin aku juga jadi mikir –berdasarkan obrolan orang yang sempat aku kuping. Cilacap boleh aman dari tsunami karena ada Nusakambangan. Tapi itu tsunami dari arah barat. Kalo dari timur??? Ga ada penghalang yang bisa memecah gelombang dahsyat tsunami. So, bisa jadi, tempatku bakal kena …
Hiiiiih, kok tambah parno lagi yah …
Hehehehe … tapi engga ding. What will be, will be … Yang bisa kita lakukan hanya berdoa … betul, kan???
Semoga tidak ada lagi tetes air mata yang tumpah karena bencana, karena pertikaian, karena kematian, dll …
Semoga, aku, keluargaku, kamu, keluargamu, dan semua orang yang ada di atas muka bumi ini mendapat perlindungan dari Sang Pemilik Kehidupan … amin …
Hmmmm, aku jadi ingat, dari ustadz (siapa yah …) di TransTV tempo hari … sedekah bisa menghalau bala. Beliau bercerita, pernah satu pesawat dengan korban bencana tsunami Aceh yang selamat. Dia dan orang sekampungnya selamat karena sebelumnya mereka memberi sumbangan bagi pembangunan masjid di kampung mereka. Aku lupa, untuk pembangunan pagar atau dindingnya. Dan pada saat terjadi bencana, warga yang panik akhirnya diinstruksikan untuk kembali ke kampung dan berada di masjid.
Dan kelanjutannya, si tsunami ternyata emoh menerjang kampung itu … Subhanallah …
Jadi temans, mari kita perbanyak sedekah kita. InsyaAllah, kita dan orang yang kita sayangi akan terhindar dari segala bala bencana. Selain itu, sedekah kita juga akan meringankan orang yang menerimanya tentu. Dan jangan khawatir untuk jadi miskin karena bersedekah. Kalo itungan manusia, harta kita berkurang … tapi tidak demikian halnya dengan hitungan Sang Pemilik Dunia ini …
(bukan berarti aku ratu sedekah … tapi ini juga mengingatkan aku untuk perbanyak sedekah … mari bersedekah … ^_^)
Wouups, banyak bener tulisanku hari ini. Padahal kerjaan masih setumpuk …
Pamit dulu ah … sekali lagi maaf yah, blom sempet berkeliling …

Dah beli HP baru mbak?
Comment by galih — August 2, 2006 @ 2:45 pm
iya, temen2ku di jogja yang biasanya GAK PERNAH nelpon ke Aussie, nanya2 en interogasi ttg bener ato nggaknya isu bakal tsunami (ini setelah gempa jogja). Aku tegasin kalo semuanya bohongggg… gak ada alat dsb, etc. Di sms itu dibilang ttg lempeng yg satu bergerak ke arah nempeng yg lain… lohhh?? wong lempeng itu kan selalu bergerak, gak pernah stabil, dan emang bergesekan ama lempeng yang lain… hahaha aneh
but aku bisa ngerti, mereka takut karena trauma….
pas aku di jakarta.. ada lagi isu mo ada gempa 8 SR! (setelah gempa pertama terjadi di jkt). ntah lah, mungkin krn aku dah muak dgn sms2 seperti ini, aku pasrah aja lah ama Allah SWT. Kalopun Dia mao ngambil aku besok, pasti lah aku gak bakal selamat… i can’t do anything to avoid that to happen. Tawakkal aja.. and berdoa semoga bencana di indo gak terjadi lagi… amiiiinnnnn
Comment by amellie — August 2, 2006 @ 5:14 pm
kabar mama gmana? dah sehat?
Comment by 12yu — August 3, 2006 @ 3:27 am
kenapa parno tsunami jadi porno suami….adakah pesan terselubung….hem….hem….
tanya knp……
Comment by zwie — August 3, 2006 @ 7:37 am
wealah, dowo temen tulisane, nganti kesel le moco
gimana cilacap? udah baik lagi to? syukurlah
Comment by irf — August 9, 2006 @ 4:49 am
amin…..kamu selamat….
klo ga slamat..mungkin ga bisa posting ini..hhehhe…
Comment by pepeng — August 29, 2006 @ 10:02 am